Jumat, 16 Maret 2012

Kolom Bisnis

Sukses Menjahit Lahirkan 2 Usaha Aktif


Bu Dina sedang mengerjakan jahitan pesanan salah satu pelanggan.
Jalan Kamboja (K4)- Mikko Nasyiroh (40) memiliki tiga usaha yang dikembangkan dari hasil usaha menjahit. Wanita kelahiran Brebes, 18 Mei 1975 ini mulai mendirikan usaha menjahit sejak 8 tahun lalu. Hingga kini dari usaha tersebut mampu menumbuhkan 2 usaha lainnya masing-masing usaha kos-kosan dan servis komputer.
      Usaha jahit yang dinamainya dengan Tukang Jahit Monica ini beralamat di Jalan Kamboja nomor  70. Dia menjalani usaha itu sendiri tanpa bantuan karyawan. Setiap bulan di hari normal dia mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp. 3 jutaan, tapi menjelang lebaran pemesan jahitan ibu Dina meningkat hingga dua kali lipat.
       Ketekunan dan ketepatan janji penyelesaian jahitan, membuat pelanggan jahit bu Dina semakin ramai, dari kalangan umum hingga lembaga-lembaga sosial. Dari sekian banyak pelanggan, penyetor pesanan terbesar ialah dari sekolah-sekolah. “Pesanan yang paling sering, ya membuat baju seragam anak sekolah.” Tuturnya saat diwawancarai.
     “Uang hasil dari usaha jahit saya tabung dan Allahdullillah selang 3 tahun menjalani usaha itu, saya bisa mendirikan kos-kosan sebanyak 14 pintu.” Tutur bu Dina lagi. Usaha dari sewa kos yang ibu Dina jalani ini mampu menghasilkan keuntungan bersih Rp. 2.5 juta perbulannya. hasilnya omset penghasilan yang dia perolah setiap bulan meningkat  menjadi Rp. 5,5 juta perbulan  di hari-hari normal.
Tak puas dengan kedua usaha yang ia jalani, dua bulan belakangan ini ibu Dina kembali membangun usaha di bidang elektronik tepatnya usaha servis komputer. “saya mau meningkatkan penghasilan saya, makanya saya bangun lagi usaha servis komputer ini.” Ujar bu Dina lagi.
Dua bulan menjalani usaha servis komputer, Ibu Dina mendapat hasil bersih Rp. 6 juta. Alhasil kini beliau mampu mengantongi sedikitnya Rp. 8,5 juta penghasilan bersih setiap bulan. Dan kini sebagian dari omset penghasilan ketiga usaha tersebut ia simpan untuk menambah usaha-usaha lain kedepannya.
Ditanya tentang suka duka, bu Dina mengatakan bahwa hal yang menyenangkan dalam menjalani usaha-usaha itu ialah tiadanya keterikatan sehingga dia bebas membagi waktu. Namun kebalikan dari itu dukanya ia jumpai pada usaha menjahit ketika dihadapkan dengan pelanggan yang cerewet.(Agus Salim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar