Kamis, 08 Maret 2012


Bakso Ceker ”Pak Mul” Kuliner Tanjungpinang
“Tetap menjaga cita rasa untuk memanjakan pelanggan”


Tanjungpinang (7/3) Untuk warga Tanjungpinang sepertinya sudah tidak asing lagi dengan tempat makan Bakso Ceker “Pak Mul”, apalagi bagi para pecinta bakso. Usaha yang terletak di Jl. Rumah sakit ini dikelola oleh seorang lelaki asal solo bernama lengkap Mulyono. Sejak lebih kurang 30 tahun yang lalu ia sudah memulai usaha bakso ceker ini secara kecil-kecilan mulai dari menjajakan dengan gerobak pikul hingga gerobak dorong keliling daerah perkampungan Tanjungpinang, hingga akhirnya menjadi seperti sekarang ini. Dimulai menjual dengan harga 500 rupiah hingga saat ini menjadi 9000 rupiah perporsinya.
Awalnya masyarakat Tanjungpinang lebih mengenal bakso ceker ini dengan sebutan bakso jalan penjara, karena memang setelah berkeluarga pak mul memutuskan untuk meneruskan usahanya dirumah yang kebetulan berdekatan dengan penjara. 

Bakso solo untuk didaerah Tanjungpinang memang sudah biasa tapi untuk bakso ceker sepertinya tidak. Saat ini sudah ada beberapa rumah makan yang menjual bakso ceker, namun tetap saja Bakso Ceker ”Pak Mul” yang selalu digandrongi. ” Bakso saya beda, kalo kebanyakan orang proses pembuatannya daging ikannya digiling saya ditumbuk mbak. Makanya rasanya lebih enak, selain itu untuk kuah baksonya kalo kebnyakan bakso lain bumbunya basah jadi minyaknya banyak kalo saya setelah ditumis bumbunya saya saring dulu biar minyaknya ilang” jelas Pak Mul. Yang membedakannya lagi adalah selain bakso bulat bakso ceker ini juga menggunakan irisan bakso goreng.
Bakso Ceker ”Pak Mul” ini buka dari jam 09.00 wib pagi dan jarang berharap menikmatinya di sore hari karena biasanya setelah jam makan siang bakso ini juga sudah final. ”Bakso cekernya ini dari dulu sampe sekarang tetap enak mbak, rasanya gak berubah. Makanya saya kalo mau makan bakso ceker pasti langsung kesini” tukas Eva salah satu pelanggan setia rumah makan ini.
Untuk omset setiap bulannya tidak tanggung-tanggung bisa mencapai puluhan juta perbulannya. Bakso ceker ”Pak Mul” ini tidak lengkap rasanya kalau dimakan tanpa menggunakan usus goreng yang terjual di sekitaran lokasi rumah makannya. Rasanya akan semakin menendang. Jadi jika anda yang penasaran dapat langsung datang ke Bakso Ceker “ Pak Mul “.(Susi Maryana)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar